Senin, 24 September 2012

Kami Yang Terhebat

Kami..

Kami adalah sepasang sahabat, kami yang terhebat. Kami yang paling hebat. Kami memiliki banyak cerita. Kami melalui berbagai banyak hari bersama. Telah banyak yang kami torehkan di dunia ini . Ceritaaaa

Kami memiliki nama panggilan yang sama, namun kami berbeda, bertolak-belakang. Aku yang emosional dan dia yang konyol, namun kami saling melengkapi hingga pada akhirnya, pada suatu saat

Kami tertawa. Kami tertawa hampir setiap hari, hampir setiap saat. Kami tertawa saat kami memiliki uang, ataupun saat kami tidak memiliki uang. Saat kami bahagia, ataupun saat kami bersedih. Saat kami diatas, ataupun saat kami merasa terbuang. Saat kami marah satu sama lain, ataupun saat kami sedang berdamai. Saat kami mengenang semua.

Kami yang terbuang. Kami yang terbuang disaat ada kerja kelompok. Kami adalah mahasiswa cuek, yang kami tau hanyalah bersenang-senang. Kami belajar pada saat akan menghadapi ujian dan pada saat kami mau. Pada saat ada kerja kelompok, seakan kami menjadi yang terbuang. Mahasiswa yang pintar akan menjadi artis dadakan karna diperebutkan oleh teman-teman kelas kami. Kamilah yang terbuang, tapi bagi kami, kamilah yang terhebat. Kami memilih berkelompok bersama tanpa kami peduli apakah kami bisa.

Kami yang saling membela. Pada saat satu dari kami dihina, satu lainnya tak kan tinggal diam. Kami akan saling membela.

Kami yang saling menjaga. Tidak semua hal kami bagi antara satu dengan yang lain. Pada saat satu dari kami memilih jalan yang salah, dia takkan membawa yang lain mengikutinya. Dia akan menyusuri jalan yang salah itu sendirian. Sedangkan satu lainnya ? Dia takkan membiarkan satu yang menyusuri jalan yang salah terus dan terus menyusuri jalan yang salah. Dia akan berusaha mengeluarkannya.

Kami yang bergesekan dan terpental jauh. Sama halnya dengan mobil yang berjalan bersamaan. Sangat dekat dan begitu dekat. Pada saat kedua mobil itu bergesekan, bergesekan sangat keras, dan pada akhirnya akan terpental jauh. Begitu jauh. Begitu juga dengan kami. Kami yang dulunya dekat kini terasa jauh.

Aku tetap merasa kami yang terhebat. Inilah persahabatan . Mungkin yang salah dari persahabatan ini hanyalah endingnya. Andai saja aku dapat merubah ending itu ? Namun aku bahagia pernah memiliki persahabatan ini. Persahabatan ini yang terhebat disini *nunjukHati* :)

Dia yang konyol itu terlampau konyol. Dia takkan membaca tulisan ini. Dia terlampau konyol. Dia mungkin hanyalah salah satu mahasiswa IT yang tidak tau cara membuat blog. Untuk kesekian kalinya aku tertawa karena dia. Konyol !!